NIAT BAIK BERUJUNG POLEMIK

        
    Staf khusus milenial presiden adalah lembaga non struktural yang dibentuk untuk memperlancar pelaksanaan tugas presiden, yang tugasnya diluar tugas-tugas yang sudah dicangkup dalam susunan kementrian dan instansi pemerintah lainnya, selain itu nantinya mereka tidak akan bekarja penuh atau fulltime per bulan,namun tetap mendapat gaji penuh yaitu kisaran Rp.51.000.000.00 sudah termasuk gaji pokok, tunjangan kinerja, dan tunjangan pajak penghasilan. Namun fakta lapangan menunjukkan hasil yang berbeda, sebagaimana yang kita ketahui bahwa milenial yang seharusnya bersifat aspiratif, kritis, dan inovatif justru bebuat sebaliknya.
      Akhir-akhir ini publik dikejutkan dengan tindakan staffsus yang dianggap kontroversi, sebut saja namanya Belva Devara seorang pemuda alumnus Harvard yang juga CEO Ruang Guru yang menjadikan perusahaannya sebagai salah satu mitra pelatihan kartu prakerja, yaitu salah satu program yang diandalkan Presiden Jokowi dalam mengatasi pengangguran, sehingga demi menyukseskan program tersebut,pemerintah rela mengalokasi anggaran Rp.20 Triliun dan Rp.5,6 Triliun untuk pelatihan berbasis online.Tindakan Belva yang menjadikan perusahaanya sebagai mitra pelatihan pun dianggap hanya mementingkan kepentingan pribadi atau golongan. Dan benar selang beberapa hari dari mencuatnya kontroversi tersebut,tepatnya pada tanggal 21 April 2020,Belva resmi mundur dari stafsus presiden,dengan alasan tidak ingin polemik mengenai asumsi/persepsi publik yang bervariasi tentang posisinya sebagai stafsus menjadi berkepanjangan,yang dapat mengakibatkan terpecahnya presiden dan seluruh jajarannya dalam menghadapi masalah pandemi COVID-19.
     Tidak cukup sampai disitu publik dijadikan geram kembali akibat tindakan stafsus yang kontroversi pula, sebut saja namanya Andi Taufan, salah satu stafsus yang juga menjadi CEO P.T Amartha,salah satu perusahaan yang bergerak di bidang keuangan mikro. Perilaku yang membuat publik geram ialah ketika Andi membuat surat berkop Sekretaris Kabinet tertanggal 1 April yang disebarkan kepada para camat dengan tujuan mendukung kerja sama pemerintah dengan perusahaan yang dimilikinya untuk terlibat dalam penanganan pandemi COVID-19.Dan tidak lama setelah muncuatnya berita tersebut akhirnya pada tanggal 24 April,Andi mengikuti jejak temannya, yaitu mundur dari stafsus milenial presiden.
    Seharusnya  jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, maka akan didapati bahwa problematika tersebut tidak sepenuhnya salah mereka, karena mereka tidak melamar pekerjaan menjadi stafsus, melainkan mereka dipanggil istana atas nama representasi generasi muda, maka kewajiban istanalah mengajari semua hal terkait tata kelola birokrasi termasuk surat menyurat yang baik.


Komentar